jurnalisme 4.0 /feature pemulung/
Cahaya redup Jayanti, sang pemulung yang mempertahankan pendidikan anaknya
![]() |
| source : google |
Jayanti ibu dari 2 anak yang berkerja sebagai pemulung berusaha memperjuangkan kehidupan untuk masa depan pendidikan anaknya. Tidak mengenal lelah meski kaki dan tangan sudah rapuh, beliau tetap mempunyai cahaya untuk terus berjuang demi kehidupan anaknya itulah kekuatan seorang ibu.
Tidak semua orang mementingkan botol bekas yang berserakan di jalan, tetapi bagi jayanti itu adalah hal yang lumrah untuk mengumpulkannya bukan hanya untuk mencari uang saja, tetapi tujuan yang mulai untuk membersihkan lingkungan dari orang yang buta pengetahuan kebersihan. jayanti yang menetap di wilayah perkampungan bekasi tidak akan lelah untuk membersihkan lingkungan dari sampah yang berserakan di jalan.
Melihat ibunya tidak pernah rapuh, Vido dan widya anak dari jayanti mempunyai semangat untuk menempuh pendidikan yang sudah diberikan oleh ibunya. Vido dan widya rela membantu ibunya mencari sampah bekas dari teman-teman sekolahnya demi memperjuangkan kehidupan yang tiada henti. Malu bukanlah suatu pilihan bagi mereka melainkan tantangan yang harus dijalani, dengan begitu mereka akan terus berlari demi kesuksesan pendidikannya.
Rezeki yang didapatkan itu selalu disyukuri, apapun tantanganya jayanti hanya memikirkan kehidupan dan pendidikan yang terbaik buat kedua anaknya, begitu juga dengan vido dan widya selalu menjadi anak yang berguna dan bisa merubah ekonomi demi keluarganya "kehidupan ini sudah suatu takdir yang harus kita jalani dan saya hanya bisa bersyukur lalu menanti waktu yang terbaik untuk keluarga saya" ujar jayanti sang ibu.
writing/editor : Muhamad Abyan Denawa Putra
.jpg)
Komentar
Posting Komentar